Gnotie Seauton! Kenali Dirimu! Itulah motto yang tertulis dan terpampang di gerbang kampus Socrates, seorang filsuf Yunani Kuno, guru dari Plato dan Aristoteles. Kalimat sederhana ini mengandung makna yang dalam sehingga menjadi tema-sentral dari seluruh filsafat tentang manusia. Pada intinya, filsafat manusia menjawab pertanyaan: apa dan siapa manusia itu?
Mengenal diri adalah perbuatan khas manusia karena hanya manusia yang memiliki kemampuan menyadari keadaan dirinya serta menilai sejauh mana hal itu telah sesuai dengan citra diri yang diidamkannya. Pengenalan diri adalah upaya untuk memperluas dan memperdalam kesadaran atas berbagai kecenderungan serta kekhususan diri sendiri dan lingkungannya, seperti kemampuan, bakat, sikap, sifat, minat, motivasi, pemikiran, perasaan, penyesuaian diri, dukungan dan hambatan sosial, tujuan yang didambakan dan pola perilaku lainnya, baik yang sudah direalisasikan maupun yang masih berupa potensi.
Tulisan ini memiliki misi untuk mengantarkan Anda lebih dekat dengan diri Anda. Tulisan ini bermaksud membantu Anda agar lebih dapat mengenali siapa diri Anda. Karena pengenalan diri itu sangat penting. Pengenalan diri merupakan satu langkah dalam upaya manusia untuk mengembangkan diri. Pengembangan diri adalah syarat mutlak bagi manusia untuk berkembang lebih matang dan dewasa, terus maju, meraih sukses yang diimpikan!
Oleh karena itu, saya ingin berbagi informasi kepada Anda tentang hasil sebuah penelitian longitudinal di bidang Psikologi Kepribadian. Penelitian menggunakan metode observasi partisipan yang dilakukan oleh *seorang pakar psikologi ini, menyusun sebuah teori kepribadian berdasarkan tipe kentut dan perilaku berkentut orang pada umumnya. Berikut adalah intisari hasil penelitiannya:
Orang pinter: Orang yang tahu kapan harus kentut dan kapan tidak boleh kentut.
Orang sopan & jujur : Orang yang kalau kentut selalu bilang : "Maaf saya mau kentut dulu"
Orang sok bersih : Orang yang kalau kentut celana dilepas dulu.
Orang penuh misteri : Orang yang kalau kentut tidak pernah diketahui oleh orang lain.
Orang sosial : Orang yang selalu kipas-kipas setiap selesai kentut.
Orang sombong : Orang yang suka mencium kentutnya sendiri.
Orang banyak akalnya : Orang yang kalau kentut sambil berteriak, agar tak terdengar kentutnya.
Orang bodoh : Orang yang tidak bisa membedakan mana kentut sendiri dan mana kentut orang lain.
Orang pelit : Orang yang suka ngempet / nahan kentutnya sendiri.
Orang korup : Kentutnya bau sekali.
Orang tidak jujur : Orang yang habis kentut terus meludah.
Orang hemat : Orang yang bisa mengeluarkan kentutnya sesuai kebutuhan.
Orang percaya diri : Orang yang kalau kentut dikeras-kerasin.
Orang lugu : Orang yang kentut malah kaget.
Orang gemar menabung : Orang yang kalau kentut dimasukan ke kantong plastik lalu diikat erat-erat.
Orang sadis : Orang yang suka kentut di depan muka orang lain.
Tukang fitnah : Orang yang kalau kentut langsung menuduh orang lain.
Orang apes / sial : Sudah bau kentut masih dituduh pula.
Orang serakah : Orang yang seneng menciumi kentutnya orang lain.
Orang gendeng : Orang yang kalau kentut pantatnya dimasukan air, agar bunyi blekuthuk-blekuthuk.
Orang boros : Orang yang kalau kentut dikeluarkan sekaligus sampai terikut ampas-ampasnya.
Orang jorok : Orang yang setiap kentut celananya ikut basah.
Orang males : Orang yang kentut ga pernah tuntas.
Orang minderan / nggak PD : Orang yang suara kentutnya kecil dan terdengar tersendat-sendat.
Orang pembual : Orang yang tidak bisa lagi dibedakan mana itu kentut atau omongannya.
Orang kaya : Orang yang banyak kentutnya daripada kerjanya.
Orang sengsara : Orang yang seumur-umur hanya pengen kentut saja nggak pernah kesampaian.
(*just kidding)
ichwankusuma: berbagi cahaya, berbagi ceria
Tidak ada komentar:
Posting Komentar